Edisi Perdana Majalah SKETSA (RALAT)
Ditulis oleh ski Profil Penulis : ski pada 25 April, 2007
Alhamdulillah, akhirnya SKI telah menerbitkan edisi perdana Majalah SKETSA (SKI Dentistry UNAIR Magazine).
Namun kami mohon maaf yang sebesar besarnya kepada pembaca, drg.diana khususnya karena ada kesalahan cetak pada beberapa halaman, yaitu pada halaman 15 dan 16 tentang wawancara dengan drg.diana ,serta halaman 34 tentang kegiatan SKI. Ini murni karena kesalahan percetakan. Dan sudah mendapatkan kompensasi atas masalah ini. Untuk itu, untuk versi penuhnya dapat anda download di :Majalah SKETSA 2007 (UPDATE 16/6 07) Bagi yang menginginkan file RALAT Majalah SKETSA 2007, silakan tulis komentar pada artikel ini, kami akan mengirimkannya melalui email. Syaratnya harus Mahasiswa FKG UNAIR.
RALAT halaman 15 dan 16 :
“DA’WAH dan PROFESI”
Sosok dosen Fakultas Kedokteran Gigi Unair, bagian Biologi Oral, yang lahir di Tuban, 5 Agustus yang selalu mengenakan jubah ini membuat beliau mudah dikenali. Beliau adalah Drg. Diana. Dokter yang masih tetap aktif dan semangat ini adalah Pembina Sie Kerohanian Islam (SKI) Fakultas Kedokteran Gigi Unair.
Alhamdulillah, kali ini kru Sketsa memiliki kesempatan untuk berbincang dengan Drg. Diana yang lebih senang disebut “Bu Diana” dalam situasi kekeluargaan.
Ngomongin apa sich????!!
Tentu saja yang kami bicarakan tentang “bagaimana sich proporsi muslim, da’wah dan profesi?”
DA’WAH SETIAP SAAT
Ketika ditanya tentang da’wah, pasti yang ada dalam pikiran kita sebagai muslim adalah sesuatu hal yang komplek dan harus terus-menerus diperjuangkan. Sedangkan bagi orang awam –orang yang masa bodoh- terkadang da’wah menjadi momok tersendiri. Belum-belum yang terbayang adalah perang di Timur tengah, mbak-mbak berjilbab panjang dan bercadar, atau mas-mas dengan celana cingkrang sepanjang mata kaki, yang kata anak remaja sekarang “nggak gaul”
Saudaraku Da’wah bukanlah sesuatu yang menakutkan, ketinggalan jaman, sulit dan sia-sia lho!!(^_^)
Bu Diana memberikan pengertian simple bahwa “da’wah adalah tauladan bagi orang lain dan terus-menerus memperbaiki diri bagi diri sendiri”
Yup!!Da’wah bukan hanya sekedar mengajak dan mendikte seseorang untuk berbuat sesuatu yang kita anggap benar –sesuai ajaran Rasulullah tentunya- tapi lebih kepada bagaimana mengabarkan dahsyatnya Islam melalui pemahaman dan tauladan.
Bila ingin mewujudkan kejayaan Islam, pelajari Islam seutuhnya, Lanjut Bu Diana. Memahami Islam jangan setengah-setengah karena bisa menimbulkan sikap pragmatis dan akhirnya Islam bisa kehilangan esensi luhurnya.
Kemudian kata Bu Diana, hal lain yang harus diperhatikan dalam da’wah adalah bagaimana menarik simpati orang lain. Jadi hindarkan sikap mendikte, ajarkan dengan contoh, beri pengertian yang baik dan mendasar. Sebab, lanjut Bu Diana, bila objek da’wah merasa tertekan dan dipaksa akhirnya menimbulkan perasaan kurang simpati dan akhirnya da’wah menjadi sia-sia.
Bu Diana melanjutkan bahwa Da’wah itu bukan hanya tugas pengurus SKI saja, tetapi setiap diri Muslim <Hayo yang mengaku Muslim!!!(^_^)>
Dalam setiap diri muslim dibebankan tugas untuk berda’wah. Tidak hanya men-da’wah-i orang lain tapi yang utama men-da’wah-i diri sendiri. Da’wah juga tidak mengenal waktu, tempat, usia dan jabatan. Hal ini yang Bu Diana sebut dengan “Da’wah setiap saat”Kok bisa???
Saudaraku, kadar keimanan itu tidak selalu pada tempat yang statis. Keimanan itu akan senantiasa naik dan turun, tergantung bagaimana Si Empunya merawatnya.
Bu Diana memberikan beberapa pemahaman bahwa baik profesi dan da’wah harus berjalan beriringan:
- misalnya kita sebagai mahasiswa. Belajar tekun, tidak suka bolos saat kuliah, berusaha memperoleh IP yang baik, patuh pada dosen, tidak melalaikan tugas kuliah, dan tidak lupa beribadah dan berdoa serta menimba ilmu agama terus menerus merupakan bentuk da’wah pada diri sendiri. Karena selain bertanggung jawab pada diri sendiri, didalamnya juga ada amanat orang tua yang kita laksanakan.
- Jika kita sebagai Dokter –amin(^_^)-. Memperlakukan pasien dengan baik, menguatkan hatinya, berdoa , dan cara lainnya sesuai dengan syariah, hal seperti itu dapat pula dikategorikan sebagai da’wah baik pada diri sendiri dan orang lain.
Sebagai apapun kita nantinya, akan banyak cara untuk berda’wah. Bahkan, bila kita meniatkan diri mencari ridho Allah dalam setiap aktifitas kita semua itu dapat diukur pula sebagai da’wah. So, jangan selalu berpikiran da’wah itu sesuatu yang rumit, sulit dan milik sebagian muslim saja –pengurus SKI misalny(^_^)- STOP THINGKING LIKE THAT!!Karena setiap pribadi Muslim memiliki kewajiban berda’wah
Bagaimana menjadi muslim dan penda’wah yang hebat?????Bu Diana memberikan beberapa tips nih menjadi menjadi muslim yang oke:
? Selalu memperbaiki diri, menambah ilmu dan beribadah
? Ikhlas dalam setiap aktivitas
? Seimbang antara kehidupan dunia dan akhirat
? Selalu berusaha mengembangkan diri
? Seimbang akademis dan organisasi
? Mengasah IQ, SQ dan EQ
? Hindarkan eksklusifisme, ciptakan lingkungan yang kondusif dengan orang-orang disekitar
? Berpakaian sopan
? Yang terpenting Pintar dan Kaya (tidak hanya kaya harta, tapi kaya ilmu dan akhlaq) karena kemiskinan dan kebodohan itu dekat dengan kekufuran
So, apa lagi yang ditunggu-tunggu “Be A Good Moslem”(^_^)
Allahu Akbar!!!!
May 22nd, 2007 at 1:51 pm
Assalamualaikum Wr.Wb
Ana Ubaidillah 20th Baru lulus SMA tahun kemarin
Ana sekarang lagi diriin Gamis club (generasi muda Islami) alhamdulillah ana sudah ada kontrak dengan dua SMA. namun akhir-akhir ini ana ada sedikit masalah
-. Ana mau gadaai training AMT tp ana kekurangan referensi
-. entar waktu MOS ana suruh Ngisi tentang leadership
oh yaa ana sekarang tinggalnya digresik jawa timur
kepada para seniurku sekalian muhoon sport and bantuaanya !ana minta tolong kirimkan referensinya(data makalah, bentuk permainan and selogan) dong kalo bisa berbentuk powerpoin terutama untuk leadership
Atas bantuannya ana ucapkan jazzakumullah khaoiran kasiir ,semoga seluruh amal baiknya diterima disisi Allah, masuk surga and yang lagi nyarik jodoh semoga cepet dapet.
May 24th, 2007 at 2:44 am
@ ubaidillah : Ana kirim email ke antum tapi gak bisa. bagaimana ana bisa menghubungi antum, untuk menjawab hal ini. Ada banyak trainer yang bisa mengisi acara tersebut. yang nama dan nomor telponnya tidak bisa ana cantumkan disini.
June 9th, 2007 at 7:04 am
[...]Trackback “Sodaqallahul adzim” on Agam Punya Web[...]