<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	>

<channel>
	<title>SKI BEM FKG UNAIR</title>
	<atom:link href="http://mushola.com/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://mushola.com</link>
	<description>moslem community</description>
	<pubDate>Tue, 08 Apr 2008 12:59:55 +0000</pubDate>
	<generator>http://wordpress.org/?v=2.6.1</generator>
	<language>en</language>
			<item>
		<title>Buku Sifat Sholat Nabi</title>
		<link>http://mushola.com/buku-sifat-sholat-nabi/</link>
		<comments>http://mushola.com/buku-sifat-sholat-nabi/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 08 Apr 2008 12:49:37 +0000</pubDate>
		<dc:creator>ski</dc:creator>
		
		<category><![CDATA[SKI]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://mushola.com/buku-sifat-sholat-nabi/</guid>
		<description><![CDATA[Setelah kajian yang kita adakan tanggal 2 April kemaren http://mushola.com/gimana-sih-cara-sholat-yang-bener/
Sebenarnya itu hanyalah ringkasan dari penjelasan buku sifat sholat nabi.
Untuk memperjelas kajian tersebut tentu sangat diperlukan bimbingan lebih lengkapnya.
Jadi jika ingin tau lebih lengkap tentang beli buku :
1. Sifat Sholat Nabi, penerbit Pustaka Sumayyah.
2. Tuntunan Shalat Rasulullah, penerbit Akbar.
3. Sifat Sholat Nabi (buku saku), penerbit At-Tibyan.
4. [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Setelah kajian yang kita adakan tanggal 2 April kemaren http://mushola.com/gimana-sih-cara-sholat-yang-bener/<br />
Sebenarnya itu hanyalah ringkasan dari penjelasan buku sifat sholat nabi.<br />
Untuk memperjelas kajian tersebut tentu sangat diperlukan bimbingan lebih lengkapnya.<span id="more-41"></span></p>
<p>Jadi jika ingin tau lebih lengkap tentang beli buku :<br />
1. Sifat Sholat Nabi, penerbit Pustaka Sumayyah.<br />
2. Tuntunan Shalat Rasulullah, penerbit Akbar.<br />
3. Sifat Sholat Nabi (buku saku), penerbit At-Tibyan.<br />
4. Sholat Jenazah (buku saku), penerbit At-Tibyan.</p>
<p>Jika ingin lengkap pilih no2. Mulai dari sholat, dhuha, rawatib, ketika rasulullah khutbah, qunut, dll. Disertai dengan hadis secara lengkap dan juga terdapat pendapat2 para ulama. 448 Halaman. Hard Cover. 55ribu.</p>
<p>Jika hanya ingin fokus ke cara sholat yg bener sesuai Rasulullah saja pilih no 1. Harganya aku lupa. Sekitar 20-30 ribu mungkin. 263 halaman. Soft cover.</p>
<p>Jika ingin ringkas, pilih buku sakunya. murah cuma 5000. Tapi pembahasannya singkat cuma diberitau cara2nya. Tidak ada alasannya. Namun masih ada hadis2nya. tapi tidak sebanyak buku no 2. 56 halaman.</p>
<p>Jadi sesuaikan dengan jumlah uang di kantong kamu dan kebutuhanmu. Buku-bukunya bagus, dijamin gak nyesel deh beli. Ini kan juga demi kepentingan akhirat. Karena Sholat merupakan ibadah yg pertama kali diperiksa.</p>
<p>Jika kesulitan mencari atau males nyari ke toko2 buku, bisa memesannya ke :<br />
Agam Rosyidi<br />
085730057571<br />
www.rosyidi.com</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://mushola.com/buku-sifat-sholat-nabi/feed/</wfw:commentRss>
		</item>
		<item>
		<title>Gimana sih Cara Sholat yang Bener?</title>
		<link>http://mushola.com/gimana-sih-cara-sholat-yang-bener/</link>
		<comments>http://mushola.com/gimana-sih-cara-sholat-yang-bener/#comments</comments>
		<pubDate>Sun, 30 Mar 2008 23:57:40 +0000</pubDate>
		<dc:creator>ski</dc:creator>
		
		<category><![CDATA[SKI]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://mushola.com/gimana-sih-cara-sholat-yang-bener/</guid>
		<description><![CDATA[Shalat adalah awal mula amalan yang akan diperiksa di Hari Kiyamat dan  ia juga menjadi pembeda antara keimanan dan kekafiran seseorang. Demikian besar  dan pentingnya masalah shalat ini sehingga Rasulullah sangat memberikan  perhatian kepada pelaku shalat bahkan sering beliau menegur seseorang untuk  mengulang shalatnya karena belum sesuai dengan apa yang diajarkannya.
Namun [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><u>Shalat adalah awal mula amalan yang akan diperiksa di Hari Kiyamat</u> dan  ia juga menjadi pembeda antara keimanan dan kekafiran seseorang. Demikian besar  dan pentingnya masalah shalat ini sehingga Rasulullah sangat memberikan  perhatian kepada pelaku shalat bahkan sering beliau menegur seseorang untuk  mengulang shalatnya karena belum sesuai dengan apa yang diajarkannya.</p>
<p>Namun banyak sekali perbedaan yang timbul di masyarakat seputar sholat.<span id="more-40"></span></p>
<p>Ada yang menggunakan “Kabiraw….dst”, namun ada pula yang menggunakan  “Allahumma Baidbaini…dst”.</p>
<p>Tasyahud pun berbeda-beda. Ada yang jarinya digerak-gerakkan, ada pula yang  tidak.</p>
<p>Ada yang selalu qunut, ada pula yang tidak pernah sama sekali.</p>
<p>Cara takbir, ruku’, sujud yang benar, dan masih banyak lagi.</p>
<p>Perbedaan yang sangat banyak itu hanya diamini oleh kebanyakan masyarakat.  Jika ditanya mengapa demikian, hanya bisa menjawab “Pokoknya, katanya pak Ustad  gitu”, tanpa tahu darimana sumber dalilnya. Kalau tidak ada sumbernya, andaikata  skripsi, pasti ditolak, apalagi Sholat kalau asal-asalan apakah mau sholat kita  ditolak? Tentu tidak bukan. Karena itu ikutilah kajian SKI BEM FKG kali ini,  insyaAllah akan dibahas rinci berdasarkan kepada <strong>Al-Qur&#8217;an dan Hadis  Sahih</strong>, secara Netral.</p>
<p><strong>Tempat </strong>: Mushola FKG UNAIR</p>
<p><strong>Waktu </strong>: Rabu, 2 April 2008 pukul 15.15 WIB</p>
<p><strong>Pembicara</strong> : Ust. Basuki Rahmat, Lc</p>
<p><strong>CP</strong> : Ahmad (03160755744)<br />
Agam R (085730057571)</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://mushola.com/gimana-sih-cara-sholat-yang-bener/feed/</wfw:commentRss>
		</item>
		<item>
		<title>SIAPAKAH KANDIDAT CALON KETUA BEM &#38; SKI 2008?</title>
		<link>http://mushola.com/siapakah-kandidat-calon-ketua-bem-ski-2008/</link>
		<comments>http://mushola.com/siapakah-kandidat-calon-ketua-bem-ski-2008/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 10 Mar 2008 06:34:59 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Ary</dc:creator>
		
		<category><![CDATA[SKI]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://mushola.com/siapakah-kandidat-calon-ketua-bem-ski-2008/</guid>
		<description><![CDATA[Assalamu&#8217;alaikum wr.wb&#8230;
Tak terasa sudah hampir 1 tahun kepengurusan SKI untuk tahun ini. dan akan segera berakhir sebentar lagi. Maka pada kesempatan ini, anne selaku Ketua SKI ingin meminta penilaian terhadap kinerja pengurus (khususnya anne) selama 1 periode ini. maka bagi teman2, silakan menulis di sini bila ada yg ingin memberikan penilaian.
Dan tak lupa, pada kesempatan [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Assalamu&#8217;alaikum wr.wb&#8230;<br />
Tak terasa sudah hampir 1 tahun kepengurusan SKI untuk tahun ini. dan akan segera berakhir sebentar lagi. Maka pada kesempatan ini, anne selaku Ketua SKI ingin meminta penilaian terhadap kinerja pengurus (khususnya anne) selama 1 periode ini. maka bagi teman2, silakan menulis di sini bila ada yg ingin memberikan penilaian.<br />
Dan tak lupa, pada kesempatan ini pula, anne ingin berbagi pada teman2. Karena jika suatu kepengurusan berakhir, maka akan ada penggantinya. Maka dari itu, menurut teman2, siapakah menurut kalian, yang pantas menjadi KETUA BEM &amp; KETUA SKI 2008?</p>
<p>Silakan menulis disini..</p>
<p>                                                                                                   Wass_</p>
<p>                                                                                             Ketua SKI FKG UA</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://mushola.com/siapakah-kandidat-calon-ketua-bem-ski-2008/feed/</wfw:commentRss>
		</item>
		<item>
		<title>Ralat Majalah SKETSA 2007</title>
		<link>http://mushola.com/ralat-majalah-sketsa-2007/</link>
		<comments>http://mushola.com/ralat-majalah-sketsa-2007/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 11 Feb 2008 06:58:33 +0000</pubDate>
		<dc:creator>agam</dc:creator>
		
		<category><![CDATA[MAJALAH]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://mushola.com/ralat-majalah-sketsa-2007/</guid>
		<description><![CDATA[Pada Majalah SKETSA (Majalah SKI BEM FKG UNAIR) edisi 2007, kami memang pernah mengangakat topik tentang Sai Baba sebagai berita utamanya. Bukan tanpa alasan, karena berita tersebut cukup menggemparkan masyarakat, dan bahkan buku &#8220;Dajjal Sudah Muncul Dari Khurasan&#8221; menjadi best seller.
Namun, disini kami ingin memberikan ralat pada tulisan tersebut. Karena apakah Sai Baba itu memang [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Pada Majalah SKETSA (Majalah SKI BEM FKG UNAIR) edisi 2007, kami memang pernah mengangakat topik tentang Sai Baba sebagai berita utamanya. Bukan tanpa alasan, karena berita tersebut cukup menggemparkan masyarakat, dan bahkan buku &#8220;Dajjal Sudah Muncul Dari Khurasan&#8221; menjadi best seller.</p>
<p>Namun, disini kami ingin memberikan ralat pada tulisan tersebut. Karena apakah Sai Baba itu memang benar2 Dajjal atau bukan masih patut dipertanyakan. Karena kemiripan ciri-ciri Dajjal dan Sai Baba dalam buku tersebut terkesan dipaksakan. Terlebih lagi setelah BBC mengeluarkan film dokumenter khusus membahas masalah Sai Baba. Yang dapat anda download langsung dari link yang telah kami sediakan.</p>
<p><span id="more-38"></span></p>
<p>Mungkin bagi anda yang belum tau, siapa sebenarnya Sai Baba itu, mari kita simak cover buku best Seller tersebut.</p>
<p>Lalu mari kita simak sinopsis yang terdapat di balik cover bukunya :</p>
<blockquote><p>Dia dijuliki sebagai Sang Avatar; penjelmaan tuhan penguasa alam semesta yang menitis pada tubuhnya. Dia seorang lelaki kribo, berbadan gempal dan berpakaian warna merah. Para pengikutnya menyakini; bahwa Sai Baba memiliki kemampuan menyembuhkan orang lumpuh, buta, dan kanker, bahkan ia mampu ’menghidupkan’ orang yang sudah mati; dari tangannya keluar tepung ’ajaib’ dan hujan pun turun dengan isyarat telunjuknya; Dia mampu ’berpindah’ dari satu negara ke nergara lain dalam sekejap, mampu memanjangkan dan memendekkan waktu, menciptakan kalung dan patung emas dalam sekejap dan dari mulutnya keluar lingam seperti emas yang diklaim sebagai unsur penciptaan alam semesta. Sai Baba mengaku sebagai ’manusia’ bijak yang mengajak orang kepada kebaikan, ia ingin menegakkan kebenaran dan membinasakan kejahatan. Sesekali ia mengaku bahwa dirinya adalah Al Masih yang dijanjikan dan lain watu ia mengaku sebagai tuhan penguasa alam semesta. Pengikutnya datang dari seluruh penjuru dunia dan lebih dari puluhan juta manusia dari berbagai agama telah mengikutinya. Beberapa ulama India mencoba untuk mendebatnya, namun akhirnya menjadi pengikut Sai Baba yang setia. Sai Baba datang dengan ajaran yang sangat kental dengan teologi Yahudi, ia menjadi perpanjangan tangan dari Zionisme Internasional. Biara tempat ia dipuja dipenuhi dengan lambang bintang david dan simbol zionisme lainnya. Akankah ia menjadi calon pemimpin Yahudi di akhir zaman? Benarkah ia Dajjal yang dijanjikan kemunculannya dari Khurasan? Benarkah ia isyarat akan datangnya Al Mahdi yang dijanjikan? Seperti apakah kedsyatan fitnah dan sybhat yang dibawa oleh Sai Baba hingga puluhan juta manusia tenggelam dalam jeratnya? Dengan merujuk kepada pendapat para salaf yang paling rajih, buku ini mencoba untuk menjawab semua teka-teki dan misteri Dajjal akhir zaman !!!</p></blockquote>
<p>Pada buku pertama dari rangkaian Seri Buku Akhir Zaman yang diterbitkan oleh penerbit Granada Mediatama tersebut, dapat diambil kesimpulan bahwa Sai Baba sebagai tertuduh Dajjal. Tampak jelas dari sinopsis dan isi buku yang berusaha menyamakan sifat2 Sai Baba dan Dajjal. Namun saya rasa persamaan itu terlalu dipaksakan. Dan penulis buku tersebut telah menghubungi kami dan mengatakan sudah meralat bukunya. Dikatakan bahwa kesimpulan dari buku yang terbaru bukanlah Sai Baba itu dajjal. Namun Sai Baba adalah kepanjangan tangan dari Dajjal. Terlepas dari benar atau tidaknya pernyataan tersebut, karena tidak ada waktu untuk membaca ketujuh buku itu, maka sebagai sesama muslim, saya percaya pada beliau. Dan karena penulis buku tersebut sudah mengakui bahwa Sai Baba bukan dajjal, maka saya telah mengedit tulisan ini. Oleh karena itu saya hanya akan membahas trik2 Sai Baba yang telah di keluarkan oleh berbagai pihak, salah satunya adalah BBC.</p>
<p><a href="http://home.hccnet.nl/cmg.vdsandt/The%20Secret%20Swami.wmv" title="Sai Baba Download">Klik disini untuk mendownload lengkap seluruh film dokumenternya (gambar kecil, suara keras) 23MB</a></p>
<p><a href="http://www.rfjvds.dds.nl/thesecretswami/thesecretswami.wmv">Klik disini untuk mendownload dengan resolusi tinggi, tapi suara kecil (80MB)</a></p>
<p>Semuanya berbahasa Inggris. Tapi ketika orang India yang berbicara, masih lebih mudah untuk disimak dan diartikan.</p>
<h3>Berikut ini cuplikan Video Dokumenter <font color="#ff0000"><strong>BBC</strong></font> tentang Sai Baba :</h3>
<p>Coba perhatikan video berikut ini, ada orang yang bisa menirukan Sai Baba mengeluarkan Vibutti dari kedua tangannya (menit ke 2:00)</p>
<p><p><a title="YouTube" href="http://www.youtube.com/watch?v=OoN7eRr-SN8">YouTube Direktvideo link</a></p>
<!-- generated by WordPress plugin Embedded Video with Link -->
</p>
<p>lalu video berikut ini bahkan kakek tuapun bisa menggeluarkan lingum dari mulutnya (menit ke 3:35).</p>
<p><p><a title="YouTube" href="http://www.youtube.com/watch?v=_Mb9iAHRcus">YouTube Direktvideo link</a></p>
<!-- generated by WordPress plugin Embedded Video with Link -->
</p>
<p style="margin-right: 0px" dir="ltr" align="left">&nbsp;</p>
<p style="margin-right: 0px" dir="ltr" align="right"><strong>Penulis :</strong> Agam Rosyidi</p>
<p style="margin-right: 0px" dir="ltr" align="right"><strong>URL sebelumnya :</strong> <a href="http://rosyidi.com/benarkah-sai-baba-itu-dajjal/">http://rosyidi.com/benarkah-sai-baba-itu-dajjal/</a><br />
<!--subscribe2--></p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://mushola.com/ralat-majalah-sketsa-2007/feed/</wfw:commentRss>
<enclosure url="http://www.rfjvds.dds.nl/thesecretswami/thesecretswami.wmv" length="79186838" type="video/x-ms-wmv" />
		</item>
		<item>
		<title>WebSite Baru</title>
		<link>http://mushola.com/website-baru/</link>
		<comments>http://mushola.com/website-baru/#comments</comments>
		<pubDate>Sun, 10 Feb 2008 06:58:58 +0000</pubDate>
		<dc:creator>ski</dc:creator>
		
		<category><![CDATA[Website]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://mushola.com/website-baru/</guid>
		<description><![CDATA[Setelah pindah-pindah hosting berkali-kali. Semula dari hosting gratisan, lalu ke US, ke IIX (Indonesia), kembali ke US lagi, dan sekarang ke Singapore.
Mengapa kita pindah ke Singapura? Baca alasannya di : http://rosyidi.com/hosting-singapore/ 
Mulai tahun 2008 ini, kita mulai babak baru. Website SKI akan dikelola secara lebih profesional, insyaAllah.
]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Setelah pindah-pindah hosting berkali-kali. Semula dari hosting gratisan, lalu ke US, ke IIX (Indonesia), kembali ke US lagi, dan sekarang ke Singapore.</p>
<p>Mengapa kita pindah ke Singapura? Baca alasannya di : <a href="http://rosyidi.com/hosting-singapore/" target="_blank">http://rosyidi.com/hosting-singapore/ </a></p>
<p>Mulai tahun 2008 ini, kita mulai babak baru. Website SKI akan dikelola secara lebih profesional, insyaAllah.</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://mushola.com/website-baru/feed/</wfw:commentRss>
		</item>
		<item>
		<title>Selamat Hari Raya Idul Fitri 1428H</title>
		<link>http://mushola.com/selamat-hari-raya-idul-fitri-1428h/</link>
		<comments>http://mushola.com/selamat-hari-raya-idul-fitri-1428h/#comments</comments>
		<pubDate>Sat, 13 Oct 2007 01:25:42 +0000</pubDate>
		<dc:creator>ski</dc:creator>
		
		<category><![CDATA[SKI]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://mushola.com/?p=25</guid>
		<description><![CDATA[Segenap pengurus dan anggota
 SKI BEM FKG UNAIR
 mengucapkan
Taqabbalallahu minna waminkum
&#160;
SELAMAT HARI RAYA IDUL FITRI 1428H
]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<h3 align="center"><font color="#0000ff">Segenap pengurus dan anggota</font><br />
<font color="#00ff00"> SKI BEM FKG UNAIR</font><br />
<font color="#993366"> mengucapkan</font></h3>
<h2 align="center"><font color="#0000ff">Taqabbalallahu minna waminkum</font></h2>
<p align="center">&nbsp;</p>
<p align="center"><font color="#008000">SELAMAT HARI RAYA IDUL FITRI 1428H</font></p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://mushola.com/selamat-hari-raya-idul-fitri-1428h/feed/</wfw:commentRss>
		</item>
		<item>
		<title>Agar Penderita Maag Tetap Prima Selama Puasa</title>
		<link>http://mushola.com/agar-penderita-maag-tetap-prima-selama-puasa/</link>
		<comments>http://mushola.com/agar-penderita-maag-tetap-prima-selama-puasa/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 05 Sep 2007 02:09:33 +0000</pubDate>
		<dc:creator>ski</dc:creator>
		
		<category><![CDATA[Kesehatan]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://mushola.com/?p=27</guid>
		<description><![CDATA[Berpuasa di bulan suci Ramadhan perlu beberapa persiapan, baik persiapan fisik, mental dan tak lupa niat kita tentunya. Namun bagi penderita penyakit tertentu, seperti maag, ada beberapa hal yang mesti diperhatikan, agar kondisi tubuh tetap prima selama puasa:
Berbukalah dengan minuman/makanan ringan yang manis-manis sebagai sumber energi, mengingat kadar gula yang turun selama puasa.
Tetap lakukan olah [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Berpuasa di bulan suci Ramadhan perlu beberapa persiapan, baik persiapan fisik, mental dan tak lupa niat kita tentunya. Namun bagi penderita penyakit tertentu, seperti maag, ada beberapa hal yang mesti diperhatikan, agar kondisi tubuh tetap prima selama puasa:<br />
<span id="more-27"></span>Berbukalah dengan minuman/makanan ringan yang manis-manis sebagai sumber energi, mengingat kadar gula yang turun selama puasa.</p>
<p>Tetap lakukan olah raga ringan selama puasa. Teratur berolahraga dapat membuat tubuh menjadi bugar sekaligus menghilangkan stres yang merupakan salah satu faktor pemicu timbulnya sakit maag.</p>
<p>Biasakan untuk tidak langsung tidur/berbaring segera setelah makan sahur karena makanan akan sulit turun ke organ-organ pencernaan. Kondisi ini bisa membuat asam lambung naik yang dapat menyebabkan kita terasa mual dan ingin muntah.</p>
<p>Sementara hindari dulu minuman yang dapt merangsang pengeluaran asam lambung, seperti minuman ringan bersoda, susu, kopi dan makanan seperti sayur kol, sawi, nangka dan buah-buahan yang dikeringkan.</p>
<p>S`lamat Mencoba……!!!!(^_^)</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://mushola.com/agar-penderita-maag-tetap-prima-selama-puasa/feed/</wfw:commentRss>
		</item>
		<item>
		<title>Perkara-Perkara Yg Tidak Membatalkan Puasa</title>
		<link>http://mushola.com/perkara-perkara-yg-tidak-membatalkan-puasa/</link>
		<comments>http://mushola.com/perkara-perkara-yg-tidak-membatalkan-puasa/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 28 Aug 2007 01:23:14 +0000</pubDate>
		<dc:creator>ski</dc:creator>
		
		<category><![CDATA[Fiqh]]></category>

		<category><![CDATA[MADING]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://mushola.com/?p=24</guid>
		<description><![CDATA[HALAL or HARAM???
Makan selepas waktu Imsak
Mandi
Mencium Isteri, Sebaikny dapat menahan diri
Memasukkan sesuatu ke dalam rongga badan,
Contohnya:
Memasukkan pena ke dalam mulut.
Mengorek telinga atau membersihkan telinga dengan cotton buds.
Mengorek hidung. -Menggunakan Inhaler (Fatwa al-Qaradhawi)
Memberus Gigi (menurut Syeikh al-Uthaimin rhm, adalah lebih baik untuk tidak menggunakan obat gigi)
Meneteskan obat mata
Mendapatkan suntikan (Untuk Perawatan Pengobatan saja)
Mengambil contoh darah (Fatwa [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<h2><font color="#ff0000">HALAL or HARAM???</font></h2>
<p>Makan selepas waktu Imsak<br />
Mandi<br />
Mencium Isteri, Sebaikny dapat menahan diri<br />
Memasukkan sesuatu ke dalam rongga badan,<br />
Contohnya:<br />
Memasukkan pena ke dalam mulut.<br />
Mengorek telinga atau membersihkan telinga dengan cotton buds.<br />
Mengorek hidung. -Menggunakan Inhaler (Fatwa al-Qaradhawi)<br />
Memberus Gigi (menurut Syeikh al-Uthaimin rhm, adalah lebih baik untuk tidak menggunakan obat gigi)<br />
Meneteskan obat mata<br />
Mendapatkan suntikan (Untuk Perawatan Pengobatan saja)<br />
Mengambil contoh darah (Fatwa Syeikh Ibn Bin Baaz)<br />
Berkumur-kumur dan memasukkan air ke dalam hidung (tanpa berlebih-lebihan)<br />
Mendapatkan perawatan gigi atau mencabut gigi.<span id="more-24"></span><br />
Memasukkan sesuatu ke dalam vagina atau punggung untuk perawatan pengobatan cth: IUD</p>
<p>Yang sebenarnya membatalkan puasa hanyalah tiga perkara yaitu bersetubuh, makan dan minum. Allah  ’Azza wa Jalla berfirman: Maka sekarang (1) setubuhilah isteri-isteri kamu dan carilah apa-apa yang telah ditetapkan oleh Allah  bagi kamu; dan (2) makanlah serta (3) minumlah sehingga nyata kepada kamu benang putih (cahaya siang) dari benang hitam kegelapan malam), iaitu waktu fajar. Kemudian sempurnakanlah puasa itu sehingga waktu malam (maghrib). [al-Baqarah :187]</p>
<p>Selanjutnya perkara-perkara yg tidak sunnah dilakukan di bulan Ramdahan ialah<br />
Melafazkan niat puasa Membaca lafaz niat untuk berpuasa atau untuk apa-apa ibadah lain seperti wudhu dan solat sebenarnya adalah tidak perlu, jauh sekali daripada bersifat wajib. Yang wajib adalah seseorang itu mengetahui dengan sadar ibadah apa yang bakal dilakukannya<br />
Menetapkan waktu imsak Menetapkan waktu imsak 5 atau 10 minit sebelum masuknya waktu Subuh adalah satu ketetapan yang tidak ditetapkan oleh al-Qur’an dan al-Sunnah yang sahih, malah ia menjauhi tuntutan sunnah untuk mengakhirkan waktu sahur. Alasan berhati-hati adalah tidak perlu</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://mushola.com/perkara-perkara-yg-tidak-membatalkan-puasa/feed/</wfw:commentRss>
		</item>
		<item>
		<title>Kepompong Ramadhan</title>
		<link>http://mushola.com/kepompong-ramadhan/</link>
		<comments>http://mushola.com/kepompong-ramadhan/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 27 Aug 2007 01:20:39 +0000</pubDate>
		<dc:creator>ski</dc:creator>
		
		<category><![CDATA[MADING]]></category>

		<category><![CDATA[Taujih]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://mushola.com/?p=23</guid>
		<description><![CDATA[Kepompong Ramadhan
Pernah mengamati bagaimana ulat menjadi kupu-kupu? Ulat harus berpuasa, menjadi kepompong, hingga &#8216;lahir’ kembali dalam wujud yang berbeda yaitu kupu-kupu. Perubahan wujud dari ulat menjadi kupu-kupu (metamorfosis) diikuti pula dengan perubahan peran di lingkungan. Yang semula ditakuti orang, berubah menjadi dicinta, dulu dijauhi, sekarang didekati, dulu menimbulkan bencana bagi bunga dan buah, kini membantu [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Kepompong Ramadhan</p>
<p>Pernah mengamati bagaimana ulat menjadi kupu-kupu? Ulat harus berpuasa, menjadi kepompong, hingga &#8216;lahir’ kembali dalam wujud yang berbeda yaitu kupu-kupu. Perubahan wujud dari ulat menjadi kupu-kupu (metamorfosis) diikuti pula dengan perubahan peran di lingkungan. Yang semula ditakuti orang, berubah menjadi dicinta, dulu dijauhi, sekarang didekati, dulu menimbulkan bencana bagi bunga dan buah, kini membantu proses penyerbukan. Ulat, yang semula menyandang &#8216;nama besar’ sebagai biang masalah, berubah menjadi penopang keberlanjutan ketersediaan sumber daya.<span id="more-23"></span> Tidak beda jauh dengan ulat, hamba Allah  yang lain, ayam, turut berpuasa demi keberlangsungan makro kosmos (semesta). Bayangkan, kalau mulai detik ini seluruh induk ayam (kampung) di seluruh dunia mogok tidak mau mengerami telur-telurnya. Maka, dapat dipastikan kita tidak bisa lagi menikmati telur goreng ceplok mata sapi, dan hangatnya paha ayam (kampung) bakar. Puasanya ayam dan ulat, adalah dalam rangka mentraktir lingkungannya, tentu saja termasuk kita. Tidakkah kita ingin mengikuti jejak kedua hamba Allah  itu?! Tak terasa sebentar lagi kita memasuki bulan Ramadhan. Ada banyak harapan yang telah kita bangun sejak saat ini. Harapan untuk lebih dekat dan merasakan nikmat berinteraksi dengan yang Maha Berkehendak, harapan mendapat kasih sayang-Nya. Selama berpuasa kita berdo’a tidak hanya do’a untuk meminta rezeki, kenikmatan materi, fasilitas ataupun kenyamanan, tetapi do’a untuk meminta ridho, ampunan, dan jannah (surga). Sehingga setelah Ramadhan, memasuki 1 Syawal nanti, jasmani dan ruhani kita dalam keadaan fitrah, mendapat kekuatan baru untuk berkarya lebih baik. Di luar Ramadhan sepanjang waktu kita berkomunikasi dengan benda-benda, menghadirkan hasrat fisik dan emosi dari ujung kaki hingga ujung rambut. Dipenuhi dengan ilmu pengetahuan dan akal. Maka di bulan Ramadhan kita beribadah, bagian dari upaya menjalin komunikasi dengan rabbul alamin, tempat dan semua asal dari segala klausal. Menghadirkan sifat-sifat Allah  yang menghidupi, mencintai, mencipta dan penyabar. Dengan berpuasa, pada saat berbuka kita menemukan betapa nilai fasilitas Allah  sangat bernilai tinggi. Seteguk air putih bisa menghilangkan kedahagaan dan rasa lapar seharian. Dari sini timbul pemahaman dengan sempurna apa arti materi. Karena pada saat kita berfoya-foya justru menghilangkan nikmat dan kehilangan nilai. Produk orang berpuasa adalah manusia otentik, sanggup berucap sesuai dengan kenyataan, konsisten mengambil jarak dengan diri. Sanggup dan peduli melayani semesta alam. Timbulnya daya cipta terhadap kehidupan. Saat berpuasa adalah saat berdialog dengan kenikmatan, berupa sikap untuk menunda. Nanti, nanti, nanti, demikian kata orang yang berpuasa ketika kenikmatan menghampiri. Berpuasa adalah kesanggupan untuk menunda kenikmatan. Puasa melatih kita untuk jujur, bersabar dengan kenikmatan meski terang-terang itu sudah menjadi hak kita. Puasa membuat kita berlaku konsekuen, toleran sabar dan malu. Dalam berpuasa di bulan Ramadhan kita diingat pada awal komunitas sosial kita, sebagai manusia yang tidak hanya berdimensi jasmani tapi ruhani, sudah terlalu banyak ketidakselarasan kita lakukan, kepada lingkungan, pada semesta terlebih kepada Tuhan. Beribadah saat Ramadhan, adalah saat kita menjadi kepompong, dalam rangka menuju kupu-kupu.</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://mushola.com/kepompong-ramadhan/feed/</wfw:commentRss>
		</item>
		<item>
		<title>Nikmat Allah Syukurilah dan Ujian-Nya Sabarilah</title>
		<link>http://mushola.com/nikmat-allah-syukurilah-dan-ujian-nya-sabarilah/</link>
		<comments>http://mushola.com/nikmat-allah-syukurilah-dan-ujian-nya-sabarilah/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 16 Aug 2007 02:17:19 +0000</pubDate>
		<dc:creator>sugiyono</dc:creator>
		
		<category><![CDATA[SKI]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://mushola.com/?p=28</guid>
		<description><![CDATA[Demikian banyak nikmat Allah Subhanahu wa Ta&#8217;ala. Tidak ada satupun manusia yang bisa menghitungnya, meski menggunakan alat secanggih apapun. Pernahkah kita berpikir, untuk apa Allah Subhanahu wa Ta’ala memberikan demikian banyak nikmat kepada para hamba-Nya? Untuk sekedar menghabiskan nikmat-nikmat tersebut atau ada tujuan lain?

 Luasnya Pemberian Allah Subhanahu wa Ta’ala
Sungguh betapa besar dan banyak nikmat [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><span class="fnu">Demikian banyak nikmat Allah Subhanahu wa Ta&#8217;ala. Tidak ada satupun manusia yang bisa menghitungnya, meski menggunakan alat secanggih apapun. Pernahkah kita berpikir, untuk apa Allah Subhanahu wa Ta’ala memberikan demikian banyak nikmat kepada para hamba-Nya? Untuk sekedar menghabiskan nikmat-nikmat tersebut atau ada tujuan lain?<br />
</span><span id="more-28"></span><br />
<span class="fnu"> Luasnya Pemberian Allah Subhanahu wa Ta’ala<br />
Sungguh betapa besar dan banyak nikmat yang telah dikaruniakan Allah Subhanahu wa Ta’ala kepada kita. Setiap hari silih berganti kita merasakan satu nikmat kemudian beralih kepada nikmat yang lain. Di mana kita terkadang tidak membayangkan sebelumnya akan terjadi dan mendapatkannya. Sangat besar dan banyak karena tidak bisa untuk dibatasi atau dihitung dengan alat secanggih apapun di masa kini.<br />
Semua ini tentunya mengundang kita untuk menyimpulkan betapa besar karunia dan kasih sayang Allah Subhanahu wa Ta’ala kepada hamba-hamba-Nya. Dalam realita kehidupan, kita menemukan keadaan yang memprihatinkan. Yaitu mayoritas manusia dalam keingkaran dan kekufuran kepada Pemberi Nikmat. Puncaknya adalah menyamakan pemberi nikmat dengan makhluk, yang keadaan makhluk itu sendiri sangat butuh kepada Allah Subhanahu wa Ta&#8217;ala. Tentu hal ini termasuk dari kedzaliman di atas kedzaliman sebagaimana dijelaskan oleh Allah Subhanahu wa Ta’ala di dalam firman-Nya:<br />
????? ????????? ???????? ????????<br />
“Sesungguhnya kesyirikan itu adalah kedzaliman yang paling besar.” (Luqman: 13)<br />
Kendati demikian, Allah Subhanahu wa Ta’ala tetap memberikan kepada mereka sebagian karunia-Nya disebabkan “kasih sayang-Nya mendahului murka-Nya” dan membukakan bagi mereka pintu untuk bertaubat. Oleh sebab itu tidak ada alasan bagi hamba ini untuk:<br />
- Ingkar dan kufur kepada Allah Subhanahu wa Ta’ala serta menyamakan Allah Subhanahu wa Ta’ala dengan makhluk-Nya yang sangat butuh kepada-Nya.<br />
- Menyombongkan diri serta angkuh dengan tidak mau melaksanakan perintah Allah Subhanahu wa Ta’ala dan meninggalkan larangan-larangan-Nya atau tidak mau menerima kebenaran dan mengentengkan orang lain.<br />
-	Tidak mensyukuri pemberian Allah Subhanahu wa Ta&#8217;ala. Allah Subhanahu wa Ta’ala berfirman:<br />
????? ?????? ???? ???????? ?????? ?????<br />
“Dan nikmat apapun yang kalian dapatkan adalah datang dari Allah.” (An-Nahl: 53)<br />
?????? ????????? ???????? ????? ??? ???????????<br />
“Dan jika kalian menghitung nikmat Allah niscaya kalian tidak akan sanggup.” (An-Nahl: 18)</span></p>
<p>Pemberian Allah Subhanahu wa Ta’ala untuk Satu Tujuan yang Mulia<br />
Dari sekian nikmat yang telah dikaruniakan oleh Allah Subhanahu wa Ta’ala kepada kita, mari kita mencoba menghitungnya. Sudah berapakah dalam kalkulasi kita nikmat yang telah kita syukuri dan dari sekian nikmat yang telah kita pergunakan untuk bermaksiat kepada-Nya. Jika kita menemukan kalkulasi yang baik, maka pujilah Allah Subhanahu wa Ta’ala karena Dia telah memberimu kesempatan yang baik. Jika kita menemukan sebaliknya maka janganlah engkau mencela melainkan dirimu sendiri.1<br />
Setiap orang bisa mengatakan bahwa semua yang ada di dunia ini merupakan pemberian Allah Subhanahu wa Ta&#8217;ala. Tahukah anda apa rahasia di balik pemberian Allah Subhanahu wa Ta&#8217;ala tersebut?<br />
Ketahuilah bahwa kenikmatan yang berlimpah ruah bukanlah tujuan diciptakannya manusia dan bukan pula sebagai wujud cinta Allah Subhanahu wa Ta’ala kepada manusia tersebut. Allah Subhanahu wa Ta’ala menciptakan manusia untuk sebuah kemuliaan baginya dan menjadikan segala nikmat itu sebagai perantara untuk menyampaikan kepada kemuliaan tersebut. Tujuan itu adalah untuk beribadah kepada Allah Subhanahu wa Ta’ala saja, sebagaimana hal ini disebutkan dalam firman-Nya:<br />
????? ???????? ???????? ??????????? ?????? ??????????????<br />
“Dan tidaklah Aku menciptakan jin dan manusia melainkan agar mereka menyembah kepada-Ku.” (Adz-Dzariyat: 56)<br />
Bagi orang yang berakal akan berusaha mencari rahasia di balik pemberian Allah Subhanahu wa Ta’ala yang berlimpah ruah tersebut. Setelah dia menemukan jawabannya, yaitu untuk beribadah kepada-Nya saja, maka dia akan mengetahui pula bahwa dunia bukan sebagai tujuan.<br />
Sebagai bukti yaitu adanya kematian setelah hidup ini dan adanya kehidupan setelah kematian diiringi dengan persidangan dan pengadilan serta pembalasan dari Allah l. Itulah kehidupan yang hakiki di akhirat nanti. Kesimpulan seperti ini akan mengantarkan kepada:<br />
1.	Dunia bukan tujuan hidup.<br />
2.	Kenikmatan yang ada padanya bukan tujuan diciptakan manusia, akan tetapi sebagai perantara untuk suatu tujuan yang mulia.<br />
3.	Semangat beramal untuk tujuan hidup yang hakiki dan kekal.<br />
Ibnu Qudamah rahimahullahu menjelaskan: “Ketahuilah bahwa nikmat itu ada dua bentuk, nikmat yang menjadi tujuan dan nikmat yang menjadi perantara menuju tujuan. Nikmat yang merupakan tujuan adalah kebahagiaan akhirat dan nilainya akan kembali kepada empat perkara.<br />
Pertama: Kekekalan dan tidak ada kebinasaan setelahnya,<br />
Kedua: Kebahagian yang tidak ada duka setelahnya,<br />
Ketiga: Ilmu yang tidak ada kejahilan setelahnya,<br />
Keempat: Kaya yang tidak ada kefakiran setelahnya.<br />
Semua ini merupakan kebahagiaan yang hakiki. Adapun bagian yang kedua (dari dua jenis nikmat) adalah sebagai perantara menuju kebahagiaan yang disebutkan dan ini ada empat perkara:<br />
Pertama: Keutamaan diri sendiri seperti keimanan dan akhlak yang baik.<br />
Kedua: Keutamaan pada badan seperti kekuatan dan kesehatan dan sebagainya.<br />
Ketiga: Keutamaan yang terkait dengan badan seperti harta, kedudukan, dan keluarga.<br />
Keempat: Sebab-sebab yang menghimpun nikmat-nikmat tersebut dengan segala keutamaan seperti hidayah, bimbingan, kebaikan, pertolongan, dan semua nikmat ini adalah besar.” (Mukhtashar Minhajul Qashidin hal. 282)</p>
<p>Untaian Indah dari Ibnu Qudamah<br />
“Ketahuilah bahwa segala yang dicari oleh setiap orang adalah nikmat. Akan tetapi kenikmatan yang hakiki adalah kebahagiaan di akhirat kelak dan segala nikmat selainnya akan lenyap. Semua perkara yang disandarkan kepada kita ada empat macam:<br />
Pertama: Sesuatu yang bermanfaat di dunia dan di akhirat seperti ilmu dan akhlak yang baik. Inilah kenikmatan yang hakiki.<br />
Kedua: Sesuatu yang memudaratkan di dunia dan di akhirat. Ini merupakan bala’ (kerugian) yang hakiki.<br />
Ketiga: Bermanfaat di dunia akan tetapi memudaratkan di akhirat seperti berlezat-lezat dan mengikuti hawa nafsu. Ini sesungguhnya bala bagi orang yang berakal, sekalipun orang jahil menganggapnya nikmat. Seperti seseorang yang sedang lapar lalu menemukan madu yang bercampur racun. Bila tidak mengetahuinya, dia menganggap sebuah nikmat dan jika mengetahuinya dia menganggapnya sebagai malapetaka.<br />
Keempat: Memudaratkan di dunia namun akan bermanfaat di akhirat sebagai nikmat bagi orang yang berakal. Contohnya obat, bila dirasakan sangat pahit dan pada akhirnya akan menyembuhkan (dengan seizin Allah Subhanahu wa Ta&#8217;ala).<br />
Seorang anak bila dipaksa untuk meminumnya dia menyangka sebagai malapetaka dan orang yang berakal akan menganggapnya sebagai nikmat. Demikian juga bila seorang anak butuh untuk dibekam, sang bapak berusaha menyuruh dan memerintahkan anaknya untuk melakukannya. Namun sang anak tidak bisa melihat akibat di belakang yang akan muncul berupa kesembuhan.<br />
(Begitupun) sang ibu akan berusaha mencegah karena cintanya yang tinggi kepada anak tersebut karena sang ibu tidak tahu tentang maslahat yang akan muncul dari pengobatan tersebut.<br />
Sang anak menuruti apa kata ibunya. Hal ini disebabkan oleh ketidaktahuannya sehingga ia lebih menuruti ibunya daripada bapaknya. Bersamaan dengan itu sang anak menganggap bapaknya sebagai musuh. Jika sang anak berakal, niscaya dia akan menyimpulkan bahwa sang ibu merupakan musuh sesungguhnya dalam wujud teman dekat. Karena larangan sang ibu untuk berbekam akan menggiringnya kepada penyakit yang lebih besar dibandingkan sakit karena berbekam.<br />
Karena itu, teman yang jahil lebih berbahaya dari seorang musuh yang berakal. Dan setiap orang menjadi teman dirinya sendiri, akan tetapi nafsu merupakan teman yang jahil. Nafsu akan berbuat pada dirinya apa yang tidak diperbuat oleh musuh.” (Minhajul Qashidin hal. 281-282)</p>
<p>Syukur dalam Tinjauan Bahasa dan Agama<br />
Syukur secara bahasa adalah nampaknya bekas makan pada badan binatang dengan jelas. Binatang yang syakur artinya: Apabila nampak padanya kegemukan karena makan melebihi takarannya.<br />
Adapun dalam tinjauan agama, syukur adalah: Nampaknya pengaruh nikmat Allah Subhanahu wa Ta’ala atas seorang hamba melalui lisannya dengan cara memuji dan mengakuinya; melalui hati dengan cara meyakininya dan cinta; serta melalui anggota badan dengan penuh ketundukan dan ketaatan. (Madarijus Salikin, 2/244)<br />
Ada juga yang mendefinisikan syukur dengan makna lain seperti:<br />
1.	Mengakui nikmat yang diberikan dengan penuh ketundukan.<br />
2.	Memuji yang memberi nikmat atas nikmat yang diberikannya.<br />
3. Cinta hati kepada yang memberi nikmat dan (tunduknya) anggota badan dengan ketaatan serta lisan dengan cara memuji dan menyanjungnya.<br />
4.	Menyaksikan kenikmatan dan menjaga (diri dari) keharaman.<br />
5.	Mengetahui kelemahan diri dari bersyukur.<br />
6.	Menyandarkan nikmat tersebut kepada pemberinya dengan ketenangan.<br />
7.	Engkau melihat dirimu orang yang tidak pantas untuk mendapatkan nikmat.<br />
8.	Mengikat nikmat yang ada dan mencari nikmat yang tidak ada.<br />
Masih banyak lagi definisi para ulama tentang syukur, akan tetapi semuanya kembali kepada penjelasan Ibnul Qayyim sebagaimana disebutkan di atas.<br />
Yang jelas, syukur adalah sebuah istilah yang digunakan pada pengakuan/ pengetahuan akan sebuah nikmat. Karena mengetahui nikmat merupakan jalan untuk mengetahui Dzat yang memberi nikmat. Oleh karena itu Allah Subhanahu wa Ta’ala menamakan Islam dan iman di dalam Al-Qur`an dengan syukur. Dari sini diketahui bahwa mengetahui sebuah nikmat merupakan rukun dari rukun-rukun syukur. (Madarijus Salikin, 2/247)<br />
Apabila seorang hamba mengetahui sebuah nikmat maka dia akan mengetahui yang memberi nikmat. Ketika seseorang mengetahui yang memberi nikmat tentu dia akan mencintai-Nya dan terdorong untuk bersungguh-sungguh mensyukuri nikmat-Nya. (Madarijus Salikin, 2/247, secara ringkas)<br />
Syukur Tidak Sempurna Melainkan dengan Mengetahui Apa yang Dicintai Allah l<br />
Ibnu Qudamah rahimahullahu menjelaskan: “Ketahuilah bahwa syukur dan tidak kufur tidak akan sempurna melainkan dengan mengetahui segala apa yang dicintai oleh Allah l. Sebab makna syukur adalah mempergunakan segala karunia Allah Subhanahu wa Ta’ala kepada apa yang dicintai-Nya, dan kufur nikmat adalah sebaliknya. Bisa juga dengan tidak memanfaatkan nikmat tersebut atau mempergunakannya pada apa yang dimurkai-Nya.”</p>
<p>Makna Syukur<br />
Syukur memiliki tiga makna.<br />
Pertama: Mengetahui (pemberian tersebut) adalah sebuah nikmat. Artinya dia menghadirkan dalam benaknya, mempersaksikan, dan memilahnya. Hal ini akan bisa terwujud dalam benak sebagaimana terwujud dalam kenyataan. Sebab banyak orang yang jika engkau berbuat baik kepadanya namun dia tidak mengetahui (bahwa itu adalah perbuatan baik). Gambaran ini bukan termasuk dari syukur.<br />
Kedua: Menerima nikmat tersebut dengan menampakkan butuhnya kepadanya. Dan bahwa sampainya nikmat tersebut kepadanya bukan sebagai satu keharusan hak baginya dari Allah Subhanahu wa Ta&#8217;ala, dan tanpa membelinya dengan harga. Bahkan dia melihat dirinya di hadapan Allah Subhanahu wa Ta’ala seperti seorang tamu yang tidak diundang.<br />
Ketiga: Memuji yang memberi nikmat. Dalam hal ini ada dua bentuk, yaitu umum dan khusus. Pujian yang bersifat umum adalah menyifati pemberi nikmat dengan sifat dermawan, kebaikan, luas pemberiannya, dan sebagainya. Pujian yang bersifat khusus adalah menceritakan nikmat tersebut dan memberitahukan bahwa nikmat tersebut sampai kepada dia karena sebab Sang Pemberi tersebut. Sebagaimana firman Allah Subhanahu wa Ta&#8217;ala:<br />
???????? ?????????? ??????? ?????????<br />
“Dan adapun tentang nikmat Rabbmu maka ceritakanlah.” (Adh-Dhuha: 11) [Madarijus Salikin, 2/247-248]</p>
<p>Menceritakan Sebuah Nikmat Termasuk Syukur<br />
Menceritakan sebuah nikmat yang dia dapatkan kepada orang lain termasuk dalam kategori syukur. Hal ini berdasarkan hadits Rasulullah Shallallahu &#8216;alaihi wa sallam:<br />
???? ?????? ???????? ??????????? ?????????? ???? ?????? ???? ?????? ??? ??????? ???? ?????????? ????????? ????? ??????? ???????? ?????? ???????? ?????? ???????? ?????? ???????? ?????? ???????? ????? ???? ?????? ????? ????????? ???????? ??????<br />
“Barangsiapa yang diberikan kebaikan kepadanya hendaklah dia membalasnya dan jika dia tidak mendapatkan sesuatu untuk membalasnya hendaklah dia memujinya. Karena jika dia memujinya sungguh dia telah berterima kasih dan jika dia menyembunyikannya sungguh dia telah kufur. Dan barangsiapa yang berhias dengan sesuatu yang dia tidak diberi, sama halnya dengan orang yang memakai dua ­baju kedustaan.” (HR. Abu Dawud no. 4179, At-Tirmidzi no. 1957 dari Jabir bin Abdullah radhiyallahu &#8216;anhuma)<br />
Allah Subhanahu wa Ta’ala berfirman:<br />
???????? ?????????? ??????? ?????????<br />
“Dan adapun tentang nikmat Rabbmu maka ceritakanlah.” (Adh-Dhuha: 11)<br />
Menceritakan nikmat yang diperintahkan di dalam ayat ini ada dua pendapat di kalangan para ulama.<br />
Pertama: Menceritakan nikmat tersebut dan memberitahukannya kepada orang lain seperti dengan ucapan: “Allah Subhanahu wa Ta’ala telah memberiku nikmat demikian dan demikian.”<br />
Kedua: Menceritakan nikmat yang dimaksud di dalam ayat ini adalah berdakwah di jalan Allah Subhanahu wa Ta’ala menyampaikan risalah-Nya dan mengajarkan umat.<br />
Dari kedua pendapat tersebut, Ibnul Qayyim rahimahullahu dalam Madarijus Salikin (2/249) mentarjih dengan perkataan beliau: “Yang benar, ayat ini mencakup kedua makna tersebut. Karena masing-masingnya adalah nikmat yang kita diperintahkan untuk mensyukurinya, menceritakannya, dan menampakkannya sebagai wujud kesyukuran.”<br />
Beliau berkata: “Dalam sebuah atsar yang lain dan marfu’ disebutkan:<br />
???? ???? ???????? ??????????? ???? ???????? ??????????? ?????? ???? ???????? ???????? ???? ???????? ?????? ?????????????? ?????????? ????? ?????? ?????????? ?????? ?????????????? ???????? ????????????? ???????<br />
“Barangsiapa tidak mensyukuri yang sedikit maka dia tidak akan mensyukuri atas yang banyak dan barangsiapa yang tidak berterima kasih kepada manusia maka dia tidak bersyukur kepada Allah. Menceritakan sebuah nikmat (yang didapati) kepada orang lain termasuk dari syukur dan meninggalkannya adalah kufur, bersatu adalah rahmat dan bercerai berai adalah azab.” (HR. Ahmad dari An-Nu’man bin Basyir) [Madarijus Salikin, 2/248]</p>
<p>Dengan Apa Seorang Hamba Bersyukur?<br />
Ibnu Qudamah rahimahullahu menjelaskan: “Syukur bisa dilakukan dengan hati, lisan, dan anggota badan. Adapun dengan hati adalah berniat untuk melakukan kebaikan dan menyembunyikannya pada khayalak ramai. Adapun dengan lisan adalah menampakkan kesyukuran itu dengan memuji Allah Subhanahu wa Ta&#8217;ala. Artinya, menampakkan keridhaan kepada Allah k. Dan hal ini sangat dituntut, sebagaimana sabda Rasulullah Shallallahu &#8216;alaihi wa sallam:<br />
???????????? ??????????? ?????? ?????????? ??????<br />
‘Menceritakan nikmat itu adalah wujud kesyukuran dan meninggalkannya adalah wujud kekufuran.’<br />
Adapun dengan anggota badan adalah mempergunakan nikmat-nikmat Allah Subhanahu wa Ta’ala tersebut dalam ketaatan kepada-Nya dan menjaga diri dari bermaksiat dengannya. Termasuk kesyukuran terhadap nikmat kedua mata adalah dengan cara menutup setiap aib yang dilihat pada seorang muslim. Dan termasuk kesyukuran atas nikmat kedua telinga adalah menutup setiap aib yang didengar. Penampilan seperti ini termasuk wujud kesyukuran terhadap anggota badan.” (Mukhtashar Minhajul Qashidin hal. 277)<br />
Ibnul Qayyim rahimahullahu menjelaskan: “Syukur itu bisa dilakukan oleh hati dengan tunduk dan kepasrahan, oleh lisan dengan mengakui nikmat tersebut, dan oleh anggota badan dengan ketaatan dan penerimaan.” (Madarijus Salikin, 2/246)</p>
<p>Derajat Syukur<br />
Syukur memiliki tiga tingkatan:<br />
Pertama: Bersyukur karena mendapatkan apa yang disukai.<br />
Tingkat syukur ini bisa juga dilakukan orang Islam dan non Islam, seperti Yahudi dan Nasrani, bahkan Majusi. Namun Ibnul Qayyim rahimahullahu menjelaskan: “Jika engkau mengetahui hakikat syukur, dan di antara hakikat syukur adalah menjadikan nikmat tersebut membantu dalam ketaatan kepada Allah Subhanahu wa Ta’ala dan mencari ridha-Nya, niscaya engkau akan mengetahui bahwa kaum musliminlah yang pantas menyandang derajat syukur ini.<br />
‘Aisyah radhiyallahu &#8216;anha telah menulis surat kepada Mu’awiyah radhiyallahu &#8216;anhu: ‘Sesungguhnya tingkatan kewajiban yang paling kecil atas orang yang diberi nikmat adalah tidak menjadikan nikmat tersebut sebagai jembatan untuk bermaksiat kepada-Nya’.” (Madarijus Salikin, 2/253)<br />
Kedua: Mensyukuri sesuatu yang tidak disukai. Orang yang melakukan jenis syukur ini adalah orang yang sikapnya sama dalam semua keadaan, sebagai bukti keridhaannya.<br />
Ibnul Qayyim rahimahullahu menjelaskan: “Bersyukur atas sesuatu yang tidak disukai lebih berat dan lebih sulit dibandingkan mensyukuri yang disenangi. Oleh sebab itulah, syukur yang kedua ini di atas jenis syukur yang pertama. Syukur jenis kedua ini tidak dilakukan kecuali oleh salah satu dari dua jenis orang:<br />
? Seseorang yang semua keadaannya sama. Artinya, sikapnya sama terhadap yang disukai dan tidak disukai, dan dia bersyukur atas semuanya sebagai bukti keridhaan dirinya terhadap apa yang terjadi. Ini merupakan (gambaran) kedudukan ridha.<br />
? Seseorang yang bisa membedakan keadaannya. Dia tidak menyukai sesuatu yang tidak menyenangkan dan tidak ridha bila menimpanya. Namun bila sesuatu yang tidak menyenangkan menimpanya, dia tetap mensyukurinya. Kesyukurannya (dia jadikan) sebagai pemadam kemarahannya, sebagai penutup dari berkeluh kesah, dan demi menjaga adab serta menempuh jalan ilmu. Karena sesungguhnya adab dan ilmu akan membimbing seseorang untuk bersyukur di waktu senang maupun susah.<br />
Tentunya yang pertama lebih tinggi dari yang kedua. (Madarijus Salikin, 2/254)<br />
Ketiga: Seseorang seolah-olah tidak menyaksikan kecuali Yang memberinya kenikmatan. Artinya, bila dia melihat yang memberinya kenikmatan dalam rangka ibadah, dia akan menganggap besar nikmat tersebut. Dan bila dia menyaksikan yang memberi kenikmatan karena rasa cinta, niscaya semua yang berat akan terasa manis baginya.</p>
<p>Manusia dan Syukur<br />
Kita telah mengetahui bahwa syukur merupakan salah satu sifat yang terpuji dan sifat yang dicintai oleh Allah Subhanahu wa Ta&#8217;ala. Akan tetapi tidak semua orang bisa mendapatkannya. Artinya, ada yang diberi oleh Allah Subhanahu wa Ta’ala dan ada pula yang tidak.<br />
Manusia dan syukur terbagi menjadi tiga golongan:<br />
Pertama: Orang yang mensyukuri nikmat yang diberikan oleh Allah Subhanahu wa Ta&#8217;ala.<br />
Kedua: Orang yang menentang nikmat yang diberikan alias kufur nikmat.<br />
Ketiga: Orang yang berpura-pura syukur padahal dia bukan orang yang bersyukur. Orang yang seperti ini dimisalkan dengan orang yang berhias dengan sesuatu yang tidak dia tidak miliki. (Madarijus Salikin, 2/48)</p>
<p>Dalil-dalil tentang Syukur<br />
??????????? ????? ???? ???????? ???????? ????????????<br />
“Bersyukurlah kalian kepada Allah jika hanya kepada-Nya kalian menyembah.” (Al-Baqarah: 172)<br />
?????????????? ???????????? ??????????? ??? ????? ????????????<br />
“Maka ingatlah kalian kepada-Ku niscaya Aku akan mengingat kalian dan bersyukurlah kalian kepada-Ku dan jangan kalian kufur.&#8221; (Al-Baqarah: 152)<br />
????????????? ??????????? ???? ???????? ????????????<br />
“Dan sembahlah Dia dan bersyukurlah kepada-Nya dan kepada-Nya kalian dikembalikan.&#8221; (Al-&#8217;Ankabut: 17)<br />
??????????? ????? ??????????????<br />
“Dan Allah akan membalas orang-orang yang bersyukur.” (Ali &#8216;Imran: 144)</p>
<p>?????? ????????? ????????? ?????? ?????????? ???????????????? ???????? ?????????? ????? ???????? ??????????<br />
“Dan ingatlah ketika Rabb kalian memaklumkan: Jika kalian bersyukur niscaya Kami akan menambah (nikmat Kami) dan jika kalian mengkufurinya sungguh azab-Ku sangat pedih.” (Ibrahim: 7)<br />
Dari ‘Aisyah radhiyallahu &#8216;anha ia berkata:<br />
????? ??????? ????? ?????? ????? ???????? ????????? ????? ???????? ???? ????????? ?????? ??????????? ?????????? ????????? ?????????: ???? ???????? ????? ??? ???????? ?????? ?????? ?????? ????? ???? ??? ????????? ???? ???????? ????? ?????????? ?????: ??????? ??????? ???? ???????? ??????? ??????????<br />
“Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam bangun di malam hari sampai pecah-pecah kedua kaki beliau lalu ‘Aisyah berkata: ‘Ya Rasulullah, kenapa engkau melakukan yang demikian, padahal Allah telah mengampuni dosamu yang telah lewat dan akan datang?’ Beliau menjawab: ‘Apakah aku tidak suka menjadi hamba yang bersyukur?’” (HR. Al-Bukhari no 4660 dari ‘Aisyah radhiyallahu &#8216;anha)<br />
Masih banyak dalil lain yang menjelaskan tentang keutamaan syukur dan anjuran dari Allah Subhanahu wa Ta’ala dan Rasul-Nya. Semoga apa yang dibawakan di sini mewakili yang tidak disebutkan.</p>
<p>Ancaman bagi Orang-Orang yang Tidak Bersyukur<br />
Yang tidak bersyukur lebih banyak dari yang bersyukur. Hal ini tidak bisa dipungkiri oleh orang yang berakal bersih. Sebagaimana orang yang ingkar kepada Allah Subhanahu wa Ta’ala lebih banyak dari yang beriman. Demikianlah keterangan Allah Subhanahu wa Ta’ala di dalam firman-Nya:<br />
?????????? ???? ????????? ???????????<br />
“Dan sedikit dari hamba-hambaKu yang bersyukur.” (Saba`: 13)<br />
Sebuah peringatan tentu akan bermanfaat bagi orang yang beriman. Di mana Allah Subhanahu wa Ta’ala telah memperingatkan dari kufur nikmat setelah memerintahkan untuk bersyukur dan menjelaskan keutamaan yang akan di dapatinya sebagaimana penjelasan Al-Imam As-Sa’di rahimahullahu dalam tafsir beliau: “Jika seseorang bersyukur niscaya Allah Subhanahu wa Ta’ala akan mengabadikan nikmat yang dia berada padanya dan menambahnya dengan nikmat yang lain.”<br />
Allah Subhanahu wa Ta’ala berfirman:<br />
?????? ????????? ????????? ?????? ?????????? ???????????????? ???????? ?????????? ????? ???????? ??????????<br />
“Dan Rabb kalian telah mengumumkan jika kalian bersyukur niscaya Kami akan menambah (nikmat Kami) dan jika kalian mengkufurinya sungguh azab-Ku sangat pedih.” (Ibrahim: 7)<br />
Al-Hafizh Ibnu Katsir rahimahullahu menjelaskan: “Jika kalian mengkufuri nikmat, menutup-nutupinya dan menentangnya maka (azab-Ku sangat pedih) yaitu dengan dicabutnya nikmat tersebut dan siksa Allah Subhanahu wa Ta’ala menimpanya dengan sebab kekufurannya. Dan disebutkan dalam sebuah hadits: ‘Sesungguhnya seseorang diharamkan untuk mendapatkan rizki karena dosa yang diperbuatnya’.” (Tafsir Ibnu Katsir, 2/637)</p>
<p>Syukur dan Sabar<br />
Kita akan bertanya: “Jika engkau ditimpa sebuah musibah lalu engkau mensyukurinya, maka tentu pada sikap kesyukuranmu terdapat sifat sabar dan sifat ridha terhadap musibah yang menimpa dirimu. Dan kita mengetahui bahwa ridha merupakan bagian dari kesabaran. Sementara syukur merupakan buah dari sifat ridha.”<br />
Ibnul Qayyim rahimahullahu menjelaskan: “Syukur termasuk kedudukan yang paling tinggi dan lebih tinggi -bahkan jauh libih tinggi- daripada kedudukan ridha. Di mana sifat ridha masuk dalam syukur, karena mustahil syukur ada tanpa ridha.” (Madarijus Salikin, 2/242)</p>
<p>Kenapa Kebanyakan Orang Tidak Bersyukur?<br />
Ibnu Qudamah rahimahullahu menjelaskan: “Makhluk ini tidak mau mensyukuri nikmat karena padanya ada dua (sifat) yaitu kejahilan dan kelalaian. Kedua sifat ini menghalangi mereka untuk mengetahui nikmat. Karena tidak tergambar bahwa seseorang akan bisa bersyukur tanpa mengetahui nikmat (sebuah pemberian). Jika pun mereka mengetahui nikmat, mereka menyangka bahwa bersyukur itu hanya sebatas mengucapkan alhamdulillah atau syukrullah dengan lisan. Mereka tidak mengetahui bahwa makna syukur adalah mempergunakan nikmat pada jalan ketaatan kepada Allah l.” (Mukhtashar Minhajul Qashidin hal. 288)<br />
Kesimpulan ucapan Ibnu Qudamah rahimahullahu adalah bahwa manusia banyak tidak bersyukur karena ada dua perkara yang melandasinya yaitu kejahilan dan kelalaian.</p>
<p>Mengobati Kelalaian dari Bersyukur<br />
Ibnu Qudamah rahimahullahu menjelaskan: “Hati yang hidup akan menggali segala macam nikmat diberikan. Adapun hati yang jahil (lalai) tidak akan menganggap sebuah nikmat sebagai nikmat kecuali setelah bala’ menimpanya. Caranya, hendaklah dia terus memandang kepada yang lebih rendah darinya dan berusaha berbuat apa yang telah dilakukan oleh orang-orang terdahulu. Mendatangi tempat orang yang sedang sakit dan melihat berbagai macam ujian yang sedang menimpa mereka, kemudian berpikir tentang nikmat sehat dan keselamatan. Menyaksikan jenazah orang yang terbunuh, dipotong tangan mereka, kaki-kaki mereka dan diazab, lalu dia bersyukur atas keselamatan dirinya dari berbagai azab.” (Mukhtashar Minhajul Qashidin hal. 290)<br />
Wallahu a’lam.</p>
<p>1 Demikianlah makna yang telah disabdakan oleh Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam dalam hadits yang diriwayatkan oleh Al-Imam Muslim (no. 4674) dari shahabat Abu Dzar radhiyallahu &#8216;anhu.</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://mushola.com/nikmat-allah-syukurilah-dan-ujian-nya-sabarilah/feed/</wfw:commentRss>
		</item>
	</channel>
</rss>
