Perkara-Perkara Yg Tidak Membatalkan Puasa
Ditulis oleh ski Profil Penulis : ski pada 28 August, 2007
HALAL or HARAM???
Makan selepas waktu Imsak
Mandi
Mencium Isteri, Sebaikny dapat menahan diri
Memasukkan sesuatu ke dalam rongga badan,
Contohnya:
Memasukkan pena ke dalam mulut.
Mengorek telinga atau membersihkan telinga dengan cotton buds.
Mengorek hidung. -Menggunakan Inhaler (Fatwa al-Qaradhawi)
Memberus Gigi (menurut Syeikh al-Uthaimin rhm, adalah lebih baik untuk tidak menggunakan obat gigi)
Meneteskan obat mata
Mendapatkan suntikan (Untuk Perawatan Pengobatan saja)
Mengambil contoh darah (Fatwa Syeikh Ibn Bin Baaz)
Berkumur-kumur dan memasukkan air ke dalam hidung (tanpa berlebih-lebihan)
Mendapatkan perawatan gigi atau mencabut gigi.
Memasukkan sesuatu ke dalam vagina atau punggung untuk perawatan pengobatan cth: IUD
Yang sebenarnya membatalkan puasa hanyalah tiga perkara yaitu bersetubuh, makan dan minum. Allah ’Azza wa Jalla berfirman: Maka sekarang (1) setubuhilah isteri-isteri kamu dan carilah apa-apa yang telah ditetapkan oleh Allah bagi kamu; dan (2) makanlah serta (3) minumlah sehingga nyata kepada kamu benang putih (cahaya siang) dari benang hitam kegelapan malam), iaitu waktu fajar. Kemudian sempurnakanlah puasa itu sehingga waktu malam (maghrib). [al-Baqarah :187]
Selanjutnya perkara-perkara yg tidak sunnah dilakukan di bulan Ramdahan ialah
Melafazkan niat puasa Membaca lafaz niat untuk berpuasa atau untuk apa-apa ibadah lain seperti wudhu dan solat sebenarnya adalah tidak perlu, jauh sekali daripada bersifat wajib. Yang wajib adalah seseorang itu mengetahui dengan sadar ibadah apa yang bakal dilakukannya
Menetapkan waktu imsak Menetapkan waktu imsak 5 atau 10 minit sebelum masuknya waktu Subuh adalah satu ketetapan yang tidak ditetapkan oleh al-Qur’an dan al-Sunnah yang sahih, malah ia menjauhi tuntutan sunnah untuk mengakhirkan waktu sahur. Alasan berhati-hati adalah tidak perlu


































January 2nd, 2008 at 8:28 am
Aku sih gak kepengaruh. soalnya blom masuk klinik
January 2nd, 2008 at 8:29 am
#
Wah untung aja boleh.. kalo gak, ntar kliniknya bisa libur tuh
hehehe…
January 2nd, 2008 at 8:29 am
Alhamdulillah sudah ada fatwa yang menjelakan bolehnya dirawat gigi. Jadi lebih mudah jika ingin menerangkan ke pasien suatu saat nanti.
January 2nd, 2008 at 8:32 am
Ya ini susahnya klink. Kadang-kadang kalau pasiennya gak tau, gak mau cabut gigi
January 2nd, 2008 at 8:53 am
terima kasih infonya